Searching...

Popular Posts

Sunday, November 11, 2012

Surat Elektronik 3

10:35 AM

Selamat pagi, sayang...

Ingin rasanya aku menipis maksimal secara vertikal dan horisontal hingga menjadi angka digital. Merepresentasikan 0 dan 1. Menjelma menjadi helai surat elektronik, dan menghadapmu saat kamu membacaku.

Sejuta hinaan sekasar batu bergerigi asimetris telah terlontar sempurna. Sampai akhirnya terhenti pada puja-puji kepada Tuhan dan alam. Berharap beribu hal atas nama keajaiban datang dan temuiku. Suara yang menghilang berkata, "itu terlalu mustahil."


Maka, aku ambil selembar saja inginku...
Ada di dekatmu.

Merasakan hebatnya tatapmu menjelang waktu pulangku tiba.
Mencium wangi tubuhmu beranjak napasku memburu.
Menggenggam jarimu walau kuat fisikku pelahan memudar.

Peluk aku, Sayang. Taburkan cinta. Ceritakan aku kisahmu dengan muka serius penuh rencana. Lindungi dirimu dari nakalku. 

Genggam tanganku yang tak berwujud. Bagi rindumu. Dekap bayangku yang tak terlihat.

Terpujilah Tuhan atas semua indah yang pernah hadir.
Jika boleh masa ini selalu ada.

Peluk cium,

Papi

0 comments:

Post a Comment