Searching...

Popular Posts

Sunday, November 11, 2012

Surat Elektronik 2

10:34 AM

Selamat pagi, sayang...

Iya, aku baik-baik saja. Aku makan teratur dan mendapat perlakuan normal selayak yang manusia bisa dapatkan.

Tapi aku tak bisa tidur, sayang. Mungkin itu bisa menjawab pertanyaan retorikmu tentang kerinduan.

Disini sepi. Aku sedang bersama dua butir biskuit di atas piring di sebelah barat cangkir kosong. Tak ada yang meghembuskan napas lagi di ruangan ini selain aku dan water boiler. Aku mau secangkir Jasmine Tea.

Sekarang disini pukul tujuh pagi. Aku menggigil dan rindu hangatmu. Kita akan bertemu lagi, sayang. Secepat mungkin setelah aku tunaikan tugasku. Tugas yang belum dan tak bisa aku uraikan disini. Aku tahu kamu dan Nathanael baik-baik saja. Karena aku juga akan baik-baik saja dan tak sabar bertemu kamu dalam keadaan sebaik waktu aku tinggalkan.

Rindu tak kenal waktu, jadi wajar adanya dia tak minta ijin untuk datang kapanpun dia mau. Anggaplah itu manifestasi cinta kita.

Tadi aku menyentuh layar yang menampilkan email balasanmu. Aku tidak berusaha menjadi Dedy Corbuzier seperti di stasuin tv, sayang. Lagipula aku tak mau rambutku botak sebagian seperti sayap bebek (walaupun sekarang sudah botak pelontos). Aku cuma merasa bisa menyentuhmu dan memandang matamu sebelum kau putuskan untuk habiskan beberapa detikmu untuk kecup keningku.

Kita bisa nikmati ini sebagai solusi temporari untuk bunuh rindu.

Peluk cium,

Papi

0 comments:

Post a Comment